Pengelasan merupakan kompetensi vital dalam sektor industri manufaktur, pertambangan, dan konstruksi alat berat. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan keahlian welder dari tingkat dasar/menengah ke tingkat lanjut, khususnya pada posisi pengelasan di atas kepala (overhead) menggunakan proses SMAW (Shielded Metal Arc Welding). Fokus utama adalah mencetak tenaga kerja yang mampu menghasilkan sambungan las berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional.
Kompetensi Teknik: Peserta mampu melakukan penyambungan pelat dengan proses SMAW pada posisi 4G/PE sesuai dengan Welding Procedure Specification (WPS).
Standar Mutu: Peserta mampu meminimalkan cacat las (defect) seperti undercut, porosity, dan lack of fusion pada posisi sulit.
Budaya K3: Menanamkan kesadaran penuh terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pengelasan.
Sertifikasi: Mempersiapkan peserta untuk menghadapi uji kompetensi nasional (BNSP) atau standar industri lainnya.
A. Teori Penunjang
K3 Pengelasan: Identifikasi bahaya, penggunaan APD lengkap, dan prosedur evakuasi.
Teknologi Bahan: Pemahaman tentang jenis logam induk (base metal) dan pemilihan elektroda (E7018, E6013, dll).
Pembacaan Gambar Teknik: Simbol-simbol las dan instruksi kerja.
WPS & PQR: Pemahaman parameter arus (Amperage), tegangan, dan kecepatan pengelasan.
B. Praktek Lapangan
Persiapan Material: Pemotongan pelat, pembuatan kampuh (V-Groove), dan pembersihan permukaan.
Setting Mesin: Kalibrasi mesin las SMAW sesuai kebutuhan material.
Teknik Pengelasan 4G/PE: * Root Pass (Penembusan) pada posisi overhead.
Filling (Pengisian).
Capping (Penutup/Finishing).
Evaluasi Hasil Las: Pemeriksaan visual dan pengenalan metode Non-Destructive Test (NDT).
Di akhir pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terlisensi BNSP. Sertifikat kompetensi ini merupakan bukti formal bahwa peserta telah diakui secara nasional sebagai Welder tingkat 4G/PE.
Pria/Wanita usia produktif.
Memiliki dasar pengelasan (minimal posisi 2G atau 3G) atau telah mengikuti pelatihan dasar sebelumnya.
Sehat jasmani dan rohani (terutama penglihatan normal/tidak buta warna).
Lulus seleksi administrasi dan wawancara teknis.
"Tersedianya tenaga kerja terampil yang siap pakai di sektor industri alat berat, konstruksi baja, dan migas, guna mendukung pengurangan angka pengangguran dan peningkatan ekonomi daerah."
Target Industri: Jika pelatihan ini bertujuan untuk menyuplai tenaga kerja ke sektor pertambangan (seperti di wilayah Kalimantan), pastikan untuk menekankan pada standar AWS D1.1 atau ASME Section IX.
Durasi: Umumnya pelatihan ini dilakukan selama 160 – 240 Jam Pelajaran (JP) tergantung kedalaman materi praktek.
FASILITAS YANG DIDAPAT :
Pelatihan lainnya yang mungkin Anda minati berdasarkan kategori Kompentensi
Buka
Kompentensi
Buka
Kompentensi
Tutup
Kompentensi
Tutup
Kompentensi